Mengenal dan menangani Rematik

Rematik | Merupakan setiap kondisi yang disertai rasa nyeri dan kekakuan pada sistem muskuloskeletal (otot rangka dan persendian). Sedangkan Reumotologi merupakan ilmu yang mempelajari penyakit sendi, termasuk penyakit arthritis.

Penyakit rematik dapat menyerang semua umur, akan tetapi frekuensinya berbeda - beda pada berbagai kelompok umur. Misalnya Osteoartritis lebih sering terjadi pada usia lanjut. Sementara, lupus eritematosus sistemik (LES) lebih banyak terjadi pada wanita usia muda.

Gejala Klinis Rematik

Nyeri sendi merupakan keluhan utama penderita rematik. Nyeri yang disertai penjalaran rasa nyeri ketempat yang jauh merupakan keluhan khas yang disebabkan penekanan cabang saraf (penyakit saraf), bukan rematik.

Selain itu, perlu dibedakan juga nyeri yang disebabka oleh perubahan mekanis dengan nyeri yang disebabkan oleh peradangan (inflamasi).

Pada nyeri mekanis, nyerinya timbul setelah aktivitas dan hilang setelah istirahat, serta tidak timbul pada pagi hari. Sebaliknya, nyeri inflamasi (peradangan) akan bertambah berat pada pagi hari saat bangun tidur, dan disertai kaku sendi atau nyeri hebat pada awal gerak, tetapi justru berkurang setelah melakukan aktivitas.

Pada artritis rheumatoid (peradangan sendi yang bersifat menyeluruh dan berlangsung lama), nyeri yang paling berta biasanya terjadi pada pgi hari, serta lebih sedikit berat pada malam hari. Berbeda halnya dengan Osteotritis (penyakit kerusakan tulang rawan sendi), nyeri paling berat terjadi pada malm hari sedangkan pada pagi hari terasa lebih ringan dan membaik pada siang hari. Sementara itu pada artritis gout, nyeri yang terjadi biasnaya berupa serangan hebat saat bangun pagi, sedangkan pada malm hari sebelumnya penderita malah tidak merasakan apa - apa. Nyeri ini biasanya akan hilang sendiri dan sangat mudah diobati.

Keluhan lainnya dari penderita rematik adalah kaku sendi. Penderita merasa sukar menggerakan sendi. Kaku sendi sendiri akan semakin nyata pada pagi hari atau setelah istirahat. Namun setelah digerak - gerakan, cairan sendi akan menyebar dari jaringan yang mengalami inflamasi dan penderita akan merasa terlepas dari ikatan.

Selain itu, penderita rematik tidak jarang mengalami bengkak sendi. Dan hal ini tentu akan mengganggu aktivitas sehari - hari

Pemeriksaan Rematik

Pemeriksaan pertama yang diperlukan untuk menangani penderita rematik adalah pemeriksaan jasmani, yang meliputi gaya berjalan, sikap atau postur tubuh, kelainan sendi, perubahan kulit, dan kenaikan suhu disekitar sendi. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan ada atau tidaknya bengkak sendi, nyeri saat diraba, luas gerak sendi, dan krepitasi (bunyi berderak yang dapat diraba sepanjang gerakan sendi). Selain itu dilihat juga adakah atrofi otot (pengecilan otot), penurunan kekuatan otot, ketidakstabilan atau kegoyahan, gangguan fungsi, serta nodul (benjolan) yang sering ditemukan pada artritis gout (disebut tofi) dan artritis rematoid (disebut nodul rematoid)

Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan laboratorium dan prosedur diagnostik

Penanganan Rematik

Dirumah sakit tertentu, telah ada poliklinik khusus rematik yang siap membantu penderita dengan berbagai macam sakit rematik. Penanganan rematik sering kali memerlukan waktu yang relatif lama, sehingga diperlukan komunikasi yang baik antara penderita dan dokter. Sebab, perlu dipelihara ketaatan penderita untuk tetap berobat dalam jangka waktu yang cukup lama.

Obat - obatan yang diberikan tergantung dari jenis rematiknya. Umumnya, diperlukan obat anti nyeri untuk mengatasi rasa sakitnya. Namun, obat ini mempunyai efek samping iritasi atau mengganggu lambung. Oleh karena itu diperlukan perhatian khusus apabila akan memberikan obat anti nyeri pada penderita dengan penyakit maag.

Obat lain yang sering diberikan kepada penderita rematik adalah koritokosteroid yang memiliki efek anti inflamasi dan imunosupresif (menekan sistem kekebalan tubuh kita). Pemberian obat ini juga harus dilakukan secara hati - hati, karena disamping mengganggu lambung juga mempunyai efek yang tidak sedikit. Oleh karena itu pemilihan obat ini sebaiknya atas petunjuk dokter.

Selain obat - obatan, penanganan penderita rematik pada tahap berikutnya biasanya memerlukan rehabilitasi medis (dulu dikenal dengan fisioterapi). Ini dimaksudkan untuk mengurangi rasa nyeri, mencegah kekakuan dan keterbatasan gerak sendi, serta mencegah terjadinya atrofi maupun kelemahan otot. Disamping itu rehabilitasi medis juga bisa mencegah terjadinya deformitas (kecacatan sendi), menngkatkan rasa nyaman dan kepercayaan diri, serta mempertahankan kemandirian penderita agar tidak tergantung kepada orang lain.

Anda tertarik dengan artikel yang disajikan di blog ini.

Dan ingin membaca artikel tentang kesehatan yang lain bisa dilihat disini

3 komentar Mengenal dan menangani Rematik

zarc"23 Pada: 1 Oktober 2013 15.02 permalink

dengan informasi yang anda berikan saya selaku pembaca dapat menambah wawasan , terimakasih banyak

goo.gl/fQg4nz

David Raja Pada: 1 Oktober 2013 18.44 permalink

Saya paling suka blog blog yang bertemakan kesehatan seperti ini, karena sangat mendukung kelimuan saya dan profesi saya sebagai Praktisi Industri ASURANSI.
oh iya, template Sobat mengingatkan template pertama Blog Saya DavidRaja.com

Salam Kenal
DAVID RAJA

Erwan Setiawan Pada: 2 Oktober 2013 05.16 permalink

Zarc : Makasih sudah mampir di blog sederhana ini
David Raja : Blog ini isinya macam - macam sob. Makasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini

Poskan Komentar




1. Berkomentarlah yang relevan dengan tulisan diatas
2. Harap Jangan Mencantumkan Live Link
3. Jika anda memfolow blog ini beritahukan admin di Fb An Erwan83, agar admin memfolback anda.

Komentar dan Follow anda sangat berarti buat Blog ini